Model Rumah

Drs. Azhari Akmal Tarigan, MA. telah berceramah berkenaan dengan rumahtangga melalui tamsilan Model Rumah.

Ibarat sebuah perusahan, rumah tangga juga memerlukan visi. Visi merupakan impian yang ingin diwujudkan bersama dalam sebuah perkahwinan. Oleh sebab itu, setiap pasangan yang ingin bernikah mesti ditanya, rumah model yang bagaimana yang akan dibangunnya kelak.

Tetapi perlu diingat, rumah yang dimaksud di sini bukanlah rumah fizikal yang bahannya terdiri dari batu, pasir, simen dan kayu. Bukan pula rumah dengan jenis tertentu yang berada disebuah perumahan elit. Rumah yang dimaksud adalah rumah bukan fizikal yang bersemayam dijiwa.

Beliau meminjam klasifikasi yang ditulis oleh Reza M Sharif di dalam bukunya, ‘Life Excellent’, kita boleh merumuskan 7 model rumah yang layak kita pertimbangkan. Dengan memahami 7 model ini, bagi yang telah berkahwin, mereka dapat menilai apakah model rumah yang terbangun selama ini. Manakala yang baru berkahwin pula dapat merumuskan dan mengimpikan model rumah bagaimana yang terbaik.

1. Model Hotel.
Mungkin kita termasuk orang yang pernah menginap di hotel atau paling tidak pernah mengunjungi sebuah hotel. Apa kesan yang kita perolehi ketika berada di hotel? Dengan mudah kita dapat katakan bahwa hotel adalah tempat transit, tempat bermalam, tempat istirahat sejenak. Jadi hotel tidak lebih sebagai tempat tidur, makan dan buang air. Rumah model hotel adalah rumah tangga yang menjalankan fungsi-fungsi hotel. Rumah yang hanya berfungsi sebagai tempat transit, makan dan istirahat. Suami-istri sejak pagi sudah pergi meninggalkan rumahnya, demikian juga dengan anak-anaknya. Pada malam hari mereka kembali ke rumah. Namun semuanya dalam kondisi yang sedang letih. Akhirnya mereka pergi ke tempat tidur dan masing-masing sibuk dengan mimpinya. Suami-isteri tertidur keletihan demikian juga dengan anak-anaknya. Besok hari mereka kembali bertemu sesaat di meja makan, itupun kalau sempat sarapan. Setelah itu mereka kembali menjalankan aktiviti masing-masing. Demikianlah peristiwa ini selalu berulang setiap hari.

2. Model Rumah Sakit.
Tentu tidak ada yang tidak kenal rumah sakit atau hospital. Di dalamnya ada orang yang sakit dan dokter yang merawatnya. Hubungan yang terbangun adalah hubungan balas jasa. Pesakit memerlukan dokter untuk merawat dirinya, sebaliknya dokter juga memerlukan pesakit. Dokter akan memberikan layanan jasanya dan sebagai balasan pesakit akan membayar dokter. Keburukan model rumah sakit adalah tempat tersebut akan berfungsi jika ada yang sakit. Sebaliknya jika tidak ada yang sakit, maka rumah sakit tersebut akan sunyi. Demikian juga sebuah rumah tangga akan berfungsi jika salah satunya sakit. Ketika suami sakit, maka istrinya berfungsi sebagai dokter sekaligus menjadi perawat.

3. Model Pasar.
Siapapun tidak menolak jika pasar adalah sebuah tempat yang paling sibuk. Semuanya bicara seolah tidak ada yang berperanan sebagai pendengar. Penjual kain selalu menawarkan dagangannya kepada orang yang lalu lalang. Demikian juga penjual kasut, penjual sayur, penjaja makanan, termasuk peniaga di kaki lima. Semuanya mahu didengar dan tidak ada yang mau mendengar. Selanjutnya ketika terjadi interaksi antara penjual dan pembeli, maka berlaku hukum “pokok”. Rumah Tangga model pasar adalah rumah yang masing-masing ingin selalu berbicara, ingin selalu didengar dan tidak mahu untuk mendengar. Suami selalu ingin didengar demikian juga si istri juga merasa berhak untuk selalu didengar. Ketika keduanya berbicara masing-masing bertahan pada pendapatnya. Semuanya ingin dipahami dan tidak mencoba untuk mendengar dan memahami pasangannya. Akhirnya terjadilah pertembungan kehendak. Padahal rumah tangga merupakan ruang yang paling baik untuk belajar berbincang dan saling tawar-menawar.

4. Model Gelanggang Tinju.
Sudah pasti kita semua pernah menyaksikan pertandingan tinju. Keduanya berada dalam suatu ruang namun tidak pernah berada pada sudut yang sama. Sebaliknya mereka berada pada sudut yang saling berhadapan. Rumah tangga model gelanggang tinju adalah cermin kehidupan suami istri yang berada dalam satu rumah, satu kamar, namun tidak pernah sama. Rumah model gelanggang tinju akan selalu diwarnai dengan pertengkaran yang seolah tidak pernah berakhir. Mulai dari urusan-urusan kecil seperti siapa yang memeriksa kunci pintu dan jendela rumah sampai kepada masalah besar seperti sekolah, pekerjaan dan pasangan anak-anaknya, selalu saja berbeda.

5. Model Kuburan.
Rumah model kuburan adalah rumah yang di dalamnya tidak ada komunikasi. Antara suami dan istri juga anak-anak lebih banyak menggunakan bahasa tubuh atau bahasa isyarat. Kalaupun mereka berbicara biasanya hanya sepatah dua patah kata. Itupun pada hal-hal yang perlu saja. Rumah seperti ini adalah rumah yang kering dan gersang, walaupun boleh jadi disekelilingnya banyak pohon-pohon yang seharusnya membuat suasana menjadi sejuk.

Rumah Ideal
Setelah kita melihat lima model rumah sama buruknya, cuba pula lihat model rumah yang ideal, rumah yang dianjurkan oleh Rasul SAW. untuk membentuknya. Tentu saja kita masih ingat sebuah hadis Nabi yang mengatakan, baiti jannati (rumahku surgaku). Bagaimanakah rumah yang dikatakan surga di dunia tersebut. Paling tidak, kita mengenal dua model rumah yaitu model madrasah dan model masjid.

1. Model Madrasah.
Madrasah terambil dari kata darasa yang maknanya sekolah atau tempat belajar. Dari kata darasa terbentuk kata mudarris yang bermakna guru. Di madrasah atau di sekolah murid-murid akan belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan. Tidak itu saja mereka juga belajar tentang etika-akhlak dan seni. Ilmu pengetahuan membuat mereka cerdas secara intelektual (IQ) sedangkan akhlak dan seni membuat mereka memiliki kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ). Rumah model madrasah adalah rumah yang di dalamnya berlangsung proses saling belajar. Semua anggota boleh berfungsi menjadi guru dan pada saat yang sama boleh pula menjadi murid. Keinginan untuk terus belajar inilah yang membuat anggota keluarga tidak akan pernah merasa sempurna, paling benar dan paling mengetahui segala-galanya.

2. Model Masjid
Setelah kita mengetahui rumah model madarasah, maka model ini kita sempurnakan dengan mengambil satu model rumah lagi. Model tersebut adalah model masjid. Mengapa masjid? masjid adalah tempat orang sujud dan menundukkan dirinya kepada Allah. Masjid juga merupakan tempat solat berjama’ah, di samping tempat mengaji dan melakukan muzakarah. Suami yang setiap hari bekerja mencari nafkah harus melakukannya berdasarkan tauhid yaitu semata-mata mencari redho Allah swt. Demikian juga isteri apakah yang menjadi ibu rumah tangga atau menjadi wanita karier, juga harus melakukannya karena Allah, bukan karena yang lain-lain.

Rumah tangga model masjid menjadikan anggotanya untuk hidup secara berjama’ah. Apakah kesan shalat jama’ah minimum satu kali dalam satu hari, makan bersama atau rekreasi bersama. Dari sini timbullah keakraban antara anggota keluarga. Setiap orang akhirnya memiliki sensitiviti terhadap anggota keluarga yang lain. Jika salah seorang sakit atau memiliki masalah di luar, tanpa diberitahu anggota keluarga yang lain boleh merasakannya dan mereka segera akan saling membantu.

Penutup.

Rasulullah pernah menyatakan bahwa “rumahku adalah surgaku”, maka sebenarnya kita dapat mewujudkan surga dunia dengan cara membangun rumah tangga yang ideal, rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Inilah rumah yang meniru pola madrasah dan masjid. Insya Allah jika kita berhasil mewujudkannya, maka kita akan dapat menjalani kehidupan ini dengan damai dan bahagia.

7 Responses to Model Rumah

  1. minimalis says:

    Wah, bagus bgt artikelnya….
    Tadinya saya tidak sengaja masuk-masuk ke web ini,eh ternyata saya beruntung bgt bs membaca artikel ini.
    Thanks yach..! Good luck..!!

  2. arjuna says:

    Terimakasih. Moga2 kita sama-sama mendapat iktibar dari model2 diatas.

  3. model rumah says:

    Terima kasih atas infonya…..
    Semoga sukses…..
    Jangan berhenti berkarya, teruslah menulis…..

  4. arjuna says:

    Insyaalah.. akan terus menulis.. terimakasih atas galakanmu…

  5. model rumah says:

    terimakasih atas informasi blognya…

  6. model rumah says:

    nice artikel…
    thanks ya atas infonya…
    sangat bermanfaat…
    saya nantikan yang selanjutnya ya…

  7. Diego Skagen says:

    I have to express thanks to this writer just for bailing me out of this scenario. Because of surfing throughout the online world and meeting thoughts that were not powerful, I assumed my entire life was gone. Being alive without the answers to the problems you have resolved through your main article content is a crucial case, as well as those which may have adversely affected my career if I had not encountered your website. The skills and kindness in handling every item was crucial. I’m not sure what I would have done if I had not come across such a solution like this. I can also now look forward to my future. Thank you so much for this professional and effective help. I won’t think twice to propose your web page to any person who would like direction about this subject matter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: